Yohanes Sutino

BAWANG MERAH BAWANG PUTIH

Disebuah Desa, Hidup sebuah keluarga dengan satu anak kandung dan satu anak tiri, kedua anaknya bernama Bawang Merah dan Bawang Putih, kedua karakter mereka sangat berbeda, pagi itu Bawang Merah marah-marah.

Bawang Merah : Bu..............baju ku kotor semua neeh...........udah ga da yang bersih, ga da yang nyiapain apa ?
Ibunya : Kamu kenapa sieh....... pagi-pagi ko dah ngomel.....
  Bawang Merah membawa bajunya ke ibunya.
Bawang Merah : Liat niech bu’............baju ku kotor semua bau lagi.........!
Ibunya : Mana-mana ! Ibu Liat, iech.........beneran kotor semua I baju Ibu juga pada kotor semua...............mana Bawang Putih? Udah-udah biar ibu yang nyuruh Bawang Putih buat nyuci........
Bawang Putih......... Bawang Putih............kemana sich?..... Bawang Putih.......
  Bawang Putih datang
Bawang Putih : Ya..........Bu........
Ibunya : Lama amat sich......kemana aja? Dari tadi dipanggil-panggil
Bawang Merah Ga’ punya telinga kali bu.....
Bawang Putih : Itu Bu’....................saya di dapur, lagi masak air.....
Ibunya : Alllaeeehhh, alasan aja..........., liat niech.....baju pada kotor semua ga’ da yang bisa di pakai, lam-lama kita ga pakai baju nich............sekarang kamu pergi kesungai, bawa semua baju ini dan ga pake lama (Bawang Marah melempar ke Bawang Putih)
Bawang Merah : Niech cuci semua, awas kalau ada yang rusak.......yang wangi, ga pake lama !
Bawang Putih Mengambil dan langsung pergi dengan rasa sedih..... (menuju sungai), sampai disebuah sungai, Bawang Putih mencuci baju Bawang Merah.sambil mencuci (lagu sedih) dan melarutkan satu buah selendang, ia sedih dan berkata :
Bawang Putih : Seandainya orang tua kandung ku masih hidup, hidupku mungkin tak sesedih ini.
Pangeran : (mendengar Bawang Putih yang bernyanyi, tercengang dan terdiam mendengarkan)
Tiba-tiba dari kejauhan terlihat ibu kandungnya, bawang putih terkejut dan merasa aneh.
Bawang Putih : Ibu................
Ibu Kandung : Anak ku harus sabar, hadapi sermua dengan ikhlas, kelak kamu akan mendapatkan kebahagian selendang itu akan kembali nak..
Tiba-tiba Bayangan itu datang
Bawang Putih : Aneh itu pasti hanya khayalan aku saja...(Sambil menggelangkan kepala)........ahhh aku harus cepat-cepat pulang (pulang)
Pangeran : (menemukan selendang di sungai) Pangeran mengambil dan berniat mengembalikan kearah suara Bawang Putih bernyanyi namun Bawang Putih sudah pulang. ( menuju kearah tempat tempat Bawang Putih (five minutes)
Ketika Bawang Putih melewati hutan ia bertemu dengan seorang peri
Peri : Anak yang cantik.mengapa wajahmu murung sekali..Peri bisa lihat kesedihan di wajahmu, jika kamu ingin menemukan kabahagiaan, kamu harus bersabar, krmbalilah keujung sungai dihutan ini.
Bawang putih : Benarkah?
Peri : Percayalah...........kamu akan menemukan kebagianmu.....(peri langung meninggalkan Bawang Putih)
Bawang Putih : Ibu Peri.................( Langsung pulang menuju rumah)
Sampai di rumah Bawang Putih mengembalikan Pakaian kepada Bawang dan Ibunya.
Bawang Merah : Ihhh..........Selendangku yang ! mana?
Bawang Putih selendangku mana? Kamu ambil ya!?
Ibunya : Bawang Putih............kemana selendangnya?
Kamu ini mencuci apa mencuri? Kamu kekurangan kain ya? Sampai harus mencuri!pokoknya ibu tidak mau tahu...kamu harus mengembalikan kain itu.
Bawang Pitih : Itu Ibu..se...lendangnya hanyut terbawa kesungai.
Ibunya : Alasan ....! sudah ga usah pasang muka begitu.Ibu muak Melihatnya.......pokonya ibu mau selendang itu kembali.
Bawang Merah : Dasar.......Bisanya ngilangin saja.....tidak bisa beres kerjanya........
Ibunya : Sana pergi untuk hari ini kamu tidak boleh makan dan minum.
(Bawang Putih Sedih dan pergi merenung di kamar)
Keesokan harinya...!
Bawang Putih : Dimana Kebahagiaan itu?
Tiba-tiba seseorang Laki-laki memegang pundak Bawang putih
Pangeran : Apa ini selendang mu ? Benarkah kamu bawang putih?
Bawang Putih : Ia, Ia aku Bawang Putih, ia ini selendang ku yang hilang.
Pangeran : Akhirnya aku menemukanmu Bawang Putih.
Aku yang selama ini menantimua, kita diciptakan untuk bersama..kau adalah keturunan putri yang selama ini aku cari-cari.
Bawang Putih : Benarkah?
Pangeran : Benar saya akan membawamu ke istanaku
Bawang Putih : Tapi saya harus ijin Ibu dulu
Pangeran : Baiklah, aku akan mengantarmu untuk meminta ijin........
(Bawang Putih dan pangeran menuju kerumah} sampai disana
Ibunya : Bawang Putih dari mana saja kamu..) siapa laki-laki itu......?
Pangeran : Saya kesini ingin meminta ijin untuk mempersunting Bawang Putih...?
Bawang Merah : Enak aja, itu ga kan bakalan bisa nikah sebelum aku...!
Ibunya : Enak saja Bawang Putih, siapa yang akan mengurus rumah ini lagi.?
Pangeran : Sudah lah, saya yang akan mengajak kalian berdua juga untuk tinggal di istana.
Bawang Putih : Benarkah? Terima kasih Pangeranku...
Akhirnya pangeran dan bawang putih dan hidup bagaian di istana..........
0 Responses

Poskan Komentar